Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora melaksanakan Focus Group Discussion (FGD)

Jambi, 3 Juli 2025 — Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan Fakultas Sastra Universitas Nahdhatul Wathan Nusa Tenggara Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “(Tuturan Penistaan Agama dalam Teks Keagamaan di Media Sosial Youtube: Kajian Linguistik Forensik dan Puritanical Discourse in Poetry: Response to Excessive Praise of The Prophet)” pada hari Rabu, 3 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung 11.00 hingga 13.30 WIB melalui Zoom Meeting dan menghadirkan dua narasumber ahli di bidang linguistik dan sastra Arab.

Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Diana Rozelin, M.Hum, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang intelektual yang mengangkat isu-isu penting dalam konteks akademik.

Turut memberikan sambutan pula Dekan Fakultas Sastra, UNW, Dr. Khalid, M.Pd., yang menyambut baik pelaksanaan FGD ini. Beliau menekankan bahwa kajian linguistik forensik merupakan bidang baru yang potensial dalam kajian bahasa.

Pemateri pertama, Dr. Muhammad Dedad Bisaraguna, M.Hum, menyampaikan materi bertajuk “Tuturan Penistaan Agama dalam Teks Keagamaan di Media Sosial YouTube: Kajian Linguistik Forensik”. Dalam paparannya, beliau mengulas bagaimana ujaran-ujaran dalam konten keagamaan di media sosial dapat dikaji secara ilmiah melalui pendekatan linguistik forensik untuk mengidentifikasi indikasi penistaan agama, baik secara eksplisit maupun implisit. Kajian ini menjadi penting dalam konteks moderasi beragama dan penegakan hukum berbasis linguistik.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Rosalinda, M.A., membawakan topik “Puritanical Discourse in Poetry: Response to Excessive Praise of The Prophet”. Beliau memaparkan fenomena diskursus puritan dalam puisi-puisi keagamaan Arab yang merespons secara kritis bentuk-bentuk pujian berlebihan kepada Nabi Muhammad SAW. Kajian ini menyoroti batas-batas antara ekspresi cinta religius dengan potensi pelanggaran teologis, serta bagaimana hal ini direspons oleh para penyair dan ulama dalam tradisi sastra Islam klasik dan modern.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, serta peneliti di bidang bahasa, sastra, dan kajian Islam. Diskusi berlangsung interaktif dan menggugah, memperlihatkan minat yang tinggi dari peserta terhadap tema-tema kontemporer dalam kajian linguistik dan sastra Arab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899